By aice indonesia | 14-May-2020
Misi Kemanusiaan, Aice Bantu Penuhi APD untuk Tenaga Medis Indonesia

KOMPAS.com – Indonesia masih terus berjuang memutus rantai persebaran virus corona (Covid-19) dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melakukan penyembuhan pasien yang sudah terjangkit virus ini. 

Dalam penanganannya, tenaga medis menjadi garda paling depan. Oleh karena itu, tak jarang tenaga medis justru menjadi orang yang paling rentan terpapar pasien di fasilitas-fasilitas kesehatan. 

Untuk memastikan semua tenaga medis aman melakukan pekerjaannya, diperlukan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar dunia medis dalam menangani pasien penyakit menular. 

Namun demikian, saking banyaknya kebutuhan akan APD, tak sedikit dari rumah sakit justru kekurangan atau bahkan kehabisan stok APD. 

Salah satu rumah sakit yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan APD adalah Rumah Sakit (RS) PGI Cikini. SKM Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan RS PGI Cikini, Brigjen TNI dr. Alexander K. Ginting S. SpP, FCCP, membenarkan hal ini. 

Dia mengatakan saat ini banyak sekali rumah sakit rujukan Covid-19 yang masih kekurangan APD. Rumah sakit berskala bisnis menengah dan kecil yang menjadi rujukan virus ini bahkan sangat perlu untuk dibantu oleh semua pihak. 

“RS PGI Cikini yang kami kelola saja cukup banyak menampung pasien dari kelas menengah bawah, dan selaku rumah sakit rujukan, tentu bantuan APD akan sangat menolong para tenaga medis dan keluarga pasien,” jelasnya. 

Betul, seperti yang dikatakan dr. Alexander, keberadaan APD seakan menjadi keharusan bagi tenaga medis. Hal ini agar penanganan pasien tidak terhambat.

Bahu-membahu 

Aice Group, perusahaan yang bergerak di bidang produksi es krim, menyadari betul kekurangan APD yang dialami berbagai rumah sakit. 

Oleh karenanya, Aice menggandeng Gerakan Pemuda Ansor untuk menjalankan misi kemanusiaan bersama ke 13 rumah sakit rujukan dan satu Instalasi Peristirahatan Tenaga Medis Covid-19 sejak Senin, (20/4/2020) hingga beberapa waktu ke depan. 

Untuk diketahui, misi ini akan mengombinasikan antara pendekatan penyembuhan yang bukan hanya pada aspek kurasi medik, tetapi juga aspek psikologis para tenaga medis dan suasana di berbagai RS Rujukan Covid-19 serta instalasi tempat para tenaga medis beristirahat. 

Misi kemanusiaan yang dimotori Gugus Tugas Covid-19 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ini akan mendistribusikan sumbangan APD yang terdiri dari baju hazmat, kacamata goggle, masker medis, dan alat pengukur suhu tubuh (thermo-gun). 

Brand Manager Aice Group Sylvana Zhong mengatakan, APD yang diberikan tersebut berfungsi untuk mengurangi potensi paparan Covid-19 ke petugas medis.

“Kami mendengar adanya kondisi kekurangan APD di kalangan medis yang menangani Covid-19. Meskipun RS masih memerlukan banyak sekali, kami berharap upaya bantuan Aice bersama GP Ansor akan menguatkan para pahlawan medis yang sedang bekerja keras,” jelas Sylvana. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. Ia mengatakan, tenaga medis adalah ujung tombak dalam penanganan Covid-19. 
Oleh karena itu, semua pihak perlu bahu-membahu dan bergotong-royong dalam memperkuat serta menambah perlindungan bagi mereka. 

“GP Ansor meyakini seberapa pun bencana ini sangat memperihatinkan semua pihak, kita perlu terus konsisten dan bergotong royong melindungi tenaga medis. Bukan hanya APD-nya, tapi juga jangan lupa bahwa kita mesti memberikan keceriaan di saat mereka lelah luar biasa,” jelas pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

13 rumah sakit rujukan 

Adapun 13 RS Rujukan Covid-19 dan Instalasi Peristirahatan Tenaga Medis yang diberikan bantuan APD tersebar di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan satu RS Rujukan di Rembang, Jawa Tengah. 

RS Rujukan yang menerima bantuan kemanusiaan ini antara lain RSUD Koja, RSUD Cengkareng, RSUD Kramatjati, RS PGI Cikini, RSUD Mampang Prapatan, RSUD Pesanggrahan, RS Graha Permata Ibu, RSUD Bantar Gebang, RSUD Ciawi, RSUD Balaraja, RSI Arafah Rembang, RS Annisa Bekasi, RS Darurat Wisma Atlet, dan satu Instalasi Peristirahatan Tenaga Medis di Hotel The Media. 

Pada kesempatan tersebut, Aice tak hanya memberikan bantuan APD semata. Perusahaan ini juga turut mengirimkan 500.000 es krim ke berbagai titik RS Rujukan Covid-19 tersebut.

“Es krim yang kami distribusikan ini memiliki kandungan yang baik bagi tubuh yaitu Aice Jeruk dengan kandungan vitamin C yang tinggi, serta Aice Susu. Dengan kecerian dari es krim pastinya kami mengharapkan dapat membantu meningkatkan imunitas para tenaga medis,” terang Sylvana. 

Banyak pengurus dan tenaga medis di berbagai rumah sakit pun memberikan apresiasi tinggi atas misi kemanusiaan ini, salah satunya dr. Alexander. 

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Aice Group dan GP Ansor dalam pemberian APD dan es krim bagi para tenaga kesehatan kami. 

Kami juga mengajak semua pihak mendukung tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, perjuangan mereka sungguh luar biasa,” ujar dokter yang juga menjabat Staf Khusus Menteri Kesehatan ini. 

Sylvana pun mengapreasiasi komitmen tenaga kesehatan yang turun langsung menangani pasien Covid-19. 

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tenaga kesehatan, para dokter, suster, petugas rumah sakit dan relawan medis lainnya yang sedang berjuang dan beresiko terpapar virus ini. Kami berharap kegiatan ini akan menginspirasi dan mendorong seluruh masyarakat dan kalangan usaha bekerja sama melawan Covid 19,” jelas Sylvana.

sumber: kompas.com

Share :